Laporan Pemeriksaan Boraks pada Makanan
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN ( PMM-A)
DOSEN PMA : KHIKI PURNAWATI KASIM,SST,M.Kes
LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BORAKS
PADA MAKANAN
Nama :
Inrayani Ratu
Rante
PO714221181018
DIV/II.A
POLTEKKES
KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN SANITASI
LINGKUNGAN
TAHUN 2020
A.
Dasar Teori
Akibat kemajuan ilmu teknologi
pangan di dunia dewasa ini, maka semakin banyak jenis bahan makanan yang
diproduksi, dijual, dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih
praktis dibandingkan dengan bentuk segarnya. Kebanyakan makanan yang dikemas
mengandung bahan tambahan,. Bahan Tambahan Makanan didefinisikan sebagai bahan
yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan
komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi atau tidak bernilai gizi, ditambahkan
ke dalam makanan dengan sengaja untuk membantu teknik pengolahan makanan,
contohnya seperti boraks. Boraks atau
dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate merupakan
bahan pengawet yang dikenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik
kayu dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk
kristal putih. Boraks tidak memiliki bau jika dihirup menggunakanindera pencium
serta tidak larut dalam alkohol. Indeks keasaman dari boraks diuji dengan kertas
lakmus adalah 9,5, ini menunjukkan tingkat keasaman boraks cukup tinggi
(Bambang, 2008).
Boraks merupakan senyawa kimia berbahaya untuk
pangan dengan nama kimia natrium tetrabonat (NaB4O7 10H2O).
Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya,
larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal
sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot
hidung, dan salep luka kecil. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI
No.722/Menkes/IX/1988, asam borat dan senyawanya merupakan salah satu dari
jenis bahan tambahan makanan yang dilarang digunakan dalam produk makanan.
Karena asam borat dan senyawanya merupakan senyawa kimia yangmempunyai sifat
karsinogen. Meskipun boraks berbahaya bagi kesehatan ternyata masih banyak
digunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan makanan, karena selain
berfungsi sebagai pengawet, boraks juga dapat memperbaiki tekstur bakso dan
kerupuk hingga lebih kenyal dan lebih disukai konsumen (Mujianto, 2003).
B. Tujuan
Untuk
mengetahui cara pemeriksaan boraks secara kualitatif pada makanan.
C. Alat
dan Bahan
1. Tusuk gigi bersih/lidi yang di raut
ujungnya
2. Wadah
3. Tissue
4. Sampel tahu
5. Rimpang kunyit
D. Prosedur
kerja
1. Siapkan semua alat dan bahan yang
akan digunakan
2. Ambil rimpang kunyit yang sudah
dipotong ujungnya, lalu tusuk menggunakan tusuk gigi yang bersih, diamkan
sekitar 5 detik lal cabut tusuk gigi tersebut
3. Tusuk gigi yang sudah ditusukan
kedalam rimpang kunyit ditusuk lagi kedalam sampel tahu, lalu di diamkan
sekitar 10-15 menit
4. Setelah itu cabut tusuk gigi dari
dalam sampel tahu
5. Letakkan tusuk gigi tersebut di atas
selembar tissue lalu letakkan perubahan warna pada tusuk gigi tersebut.
Kemudian catat hasilnya.
E. Hasil
Dari praktikum pemeriksaan boraks
pada sampel tahu yang saya lakukan, didapatkan hasil tahu tersebut positif
mengandung boraks. Hasil ini di lihat dari perubahan warna pada tusuk gigi
sebelum dan setelah ditusukkan pada sampel tahu yang berubah warnah menjadi
kemerahan.
( Gambar
tusuk gigi setelah ditusukkan ke sampel )
F. Analisa Hasil
Dari hasil
yang didapatkan maka dapat dianalisa bahwa adanya kandungan boraks pada sampel
tahu tersebut ditunjukan oleh perubahan warna pada tusuk gigi yang telah
berlumur cairan kunyit sebelum dan sesudah di tusuk ke sampel tahu. Adanya
kandungan boraks pada sampel ditunjukan oleh perubahan warna pada tusuk gigi
menjadi kemerahan. Ekstrak kunyit yang mengandung kurkumin mampu menguraikan
ikatan-ikatan boraks menjadi asam borat dan mengikatnya menjadi kompleks warna
rosa atau yang biasa disebut dengan senyawa boron cyano kurkumin kompleks. Maka
ketika makanan yang mengandung boraks terkena ekstrak kunyit maka akan
mengalami perubahan warna menjadi kemerahan.
G. Kesimpulan
Dari hasil
dan analisa hasil dapat disimpulkan bahwa makanan yang mengandung boraks akan
mengalami perubahan warna menjadi kemerahan apabila ditetesi cairan kunyit. Asam borat atau boraks (boric
acid) merupakan zat pengawet berbahaya yang tidak diizinkan digunakan sebagai
campuranbahan makanan. Boraks atau asam borat biasa digunakan sebagai bahan
pembuat deterjen, bersifat antiseptik dan mengurangi kesadahan air. Bahan
berbahaya ini haram digunakan untuk makanan. Bahaya boraks jika terhirup,
mengenai kulit dan tertelan bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan,
iritasi kulit, iritasi mata dan kerusakan ginjal. Menurut Peraturan Menteri
Kesehatan RI No.722/Menkes/IX/1988, asam borat dan senyawanya merupakan salah
satu dari jenis bahan tambahan makanan yang dilarang digunakan dalam produk
makanan. Karena asam borat dan senyawanya merupakan senyawa kimia yangmempunyai
sifat karsinogen. Meskipun boraks berbahaya bagi kesehatan ternyata masih banyak
digunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan makanan.


laporannya sudah bagus, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja mungkin bisa ditambahkan referensi yang diambil saat menulis laporan ini dan bisa ditambahkan foto saat dilakukannya praktikum tersebut, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^
BalasHapusTerima kasih atas komentar dan masukannya andi nuru :)
HapusLaporannya sudah bagus, saran mungkin bisa ditambahkan referensi dan dokumentasi pd saat kegiatan praktikum👍
BalasHapusBaik👍 trima ksih atas masukannya
HapusLaporannya bagus dan bahasa yang digunakan mudah dipahami
BalasHapusalhamdulillah, trima kasih sudah membaca laporan saya 😊
Hapuslaporannya sangat membantu buat referensi pengetahuan
BalasHapusalhamdulillah apabila laporan saya bisa membantu org lain 😁
HapusJelas dan mudah dipahami
BalasHapusTrima kasih apabila mudah dipahami :)
Hapusmudah di pahami dan sangat membantu terimakasih
BalasHapusalhamdulillah apabila bisa membantu :)
Hapussaran : tambahkan refrensi untuk ke depannya.sangat menbantu laporan yang di buat,semoga bisa lebih baik ke depannya
BalasHapustrima kasih atas sarannya. semoga laporan saya kedepannya bisa lebih baik :)
HapusLaporannya sangat membantu menambah referensi
BalasHapusAlhamdulillah
HapusLaporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...
BalasHapustrima kasih teteh💙
HapusLaporannya bagus, menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi, bahasanya juga mudah dipahami
BalasHapusalhamdulillah apabila laporannya bisa membantu :)
HapusLuarrr biasaaaaa
BalasHapusAlhamdulillah !!!
HapusLaporannya sangat membantu menambah referensi
BalasHapusAlhamdulillah, trima ksih.
HapusLaporannya sangat bermanfaat. Saran saya alangkah baiknya di tambhkan referensi daftar pustakanya. Trimakasih 🙏
BalasHapusAnalisa hasil, bukan hanya cara pemeriksaan yg ditampilkan, tapi kenapa borax bisa ada pada sampel, ciri2 tahu yg mengandung borax yg terlihat saat pengambilan sampel. Saran dan referensi tdk dicantumkan?Kesimpulan sebainya singkat, jelas dan menjawab tujuan.
BalasHapusIya bu trima kasih atas sarannya, semoga kedepannya bisa lebih baik🙏
Hapus